Hah, benaran?
Gak ah, itu clickbait doang …hahaha
Ini bukan tentang tinggal bareng sama lawan jenis ya, tapi tinggal bareng dengan teman2 internasyenel selama belajar di Australia dulu
——
Coba pikirkan pakai logika, kek mana cara tinggal dengan non Muslim tapi tetap berusaha semaksimal mungkin menjaga kehalalan (khususnya*) makanan yang ada dirumah, cak lah kalian baca dulu Tentang “teman se rumah” ini biar ada gambaran siapa aja cewek cewek yang beruntung itu 🤭.
———
Ada beberapa hal yang menjadi concern utama pas tinggal sama non muslim, yaitu: pertama: keberadaan produk2 yang mengandung babi pastinya, kedua: cowok yang sleepover di tempat roommate ku, ketiga: kalau ada teman mereka yang bertamu kerumah.
Mari, kita kulik satu satu ya. Untuk masalah babi, tentunya ini pertama sekali yang harus masuk checklist pas milih akomodasi, jadi, karena tinggal on campus, milih studio room y isinya satu orang dengan segala fasilitas pelengkap alias full furnished bakalan mahal, jadi opsinya kita itu shared house alias berbagi kamar lah istilah nya, jadi di La Trobe itu ada apartments yang punya, 2,3,5 kamar (tapi sekarang yang apartment ku ini udah di renov..untuk pilihan yang paling update bisa Check langsung disini ..dan juga ada asrama yang biasanya ditempati sama anak2 undergraduate. Semakin rame sharingnya..maka semakin murah, aku pilih yang sharing bertiga ..karena kalau ambil 2 kamar, maka yang ketiga adalah syaitan (apaan sih*). Nah, pas semester pertama tinggal sama Nancy & Smitha itu aman, karena mereka Indian and they don’t eat pork even si Smitha itu , penganut Hindu yang gak makan beef. Jadi nya tenang kan, paling I respect her, so I’ve never had beef at home ,always chicken . Dan mereka itu habiskan waktu kuliah -kerja-rumah, paling pagi aja kita sapa sapa atau pas mereka pulang malam.
Back to “pork in the kitchen”, ini mulai di semester 2 dan seterusnya karena udah berganti teman serumah kan..nah, kali ini, aku yang menyeleksi siapa yang mau bagi kamar , langsung buat pengumuman dan disitu tertulis jelas “a Muslim female is looking for 2 female roommates to share a 3-bedroom apartment”, nah, kalau ada yang hubungi langsung atau datang buat inspeksi kamarnya , langsung bilang “I am a Muslim, so I can’t have pork at home, you can eat it outside but don’t bring it home”, biasanya dilihat setelan pakai hijab mereka kayak “oh ok”, mereka juga gak yang kepo banget kenapa gak boleh dsb. Yah, kalau mau silahkan, kalau enggak juga gak papa ( di dalam hati, tapi tetap tiap malam shalat tahajud biar di mudahkan mendapatkan roommate yang sakinah mawaddah warahmah-eh*).
Selain, policy “no pork at home”, untuk menjaga kehalalan makanan yang ada di rumah, semua kitchen utensils yang kita gunakan, pakai punya masing2, jadi, di apartemen udah ada area pantry yang banyak banget area penyimpanan, dan cukup banget dibagi bertiga , tidak bercampur Sama sekali dan begitu juga dengan kulkas, ada 3 rak yang juga kita bagi sama. Aku tu yang rewel tentang babi, sedangkan untuk alkohol, wine atau beer ,,itu terserah mereka, aku gak larang. Oh ya, aku dulu pernah buat my room tour ala ala dengan kamera yang goyang goyang, maafkan geisss..hahahah
Nah, mari kita bahas tentang poin kedua , ajak cowok tidur di rumah ..yah taulah ya, tinggal sama orang dewasa yang sudah tau apa itu cinta (asik*), ada roommate ku yang punya pacar kan, nah, ini juga langsung di bilang pas inspeksi rumah “ because I use hijab, so I can’t have man sleepover at home”, lagi dan lagi, mereka paham dan aku juga gak perlu nyinggung2 keharaman tidur sama lelaki yang tidak halal, karena kita beda server …hahahaha ..nah, biasanya dia yang bakalan nginap ketempat cowoknya kalau sudah kek gini. Pernah sekali panik, karena roommate ada y belum balik , ah elah, pagi dia pulang, aku sapa dan tanya dan dia bilang “ I sleep at ***** house” (nama cowoknya aku sensor ya 🤣*).paham kalian pasti kan, kek mana reaksi dalam hati anak Aceh ini, ada cewek dengan ekspresi muka biasa aja, bilang baru pulang nginap rumah cowoknya , paham kan ..(WH mana woyyyyy *dalam hati).
Nah, kalau yang ketiga seru nih, mereka kadang suka ngundang teman kerumah kan, aku cuman bilang “ please lemme know, so I will wear my hijab”. Karena apartment ini kamar aja yang masing-masing masing-masing, sedangkan kamar mandi, dapur dan living room itu common areas. Kalau udah ngumpul ini udah mix banget orangnya..ntah dari negara mana mana aja, kadang kita buat crepes night, atau nonton football game bareng atau pergi ke restaurant vegan bareng..pokoknya seru lah ❤️.
Sebenarnya, ada hal y menarik selama tinggal sama orang dengan budaya yang berbeda, belajar banyak tentang mereka juga , misalnya dengan Vainui y dari Tahiti , sebuah negara yang itu pertama sekali aku dengar, bahkan Vainui bilang “it’s a dot in a map” , karena dia merupakan negara di kepulauan Pasifik yang di kuasai Prancis, makanya si vainui ini kalau ngomong Inggris aksennya itu Prancis, selalu senang kalau dia manggil “Rivaivel” dengan aksen “RRRR” nya yang khas banget .
Terus ada juga Grestle, my lovely Chinese roommate yang kalau malam selalu “minum anggur merah yang selalu memabukkan diriku, kusanggah, belum seberapaaaaaaa…dahsyatnya” (lah kok nyanyi*). Yes, dia minum red wine karena for health reason katanya,kalau di nge-wine, aku nge-jus 🤣. Kayak di video ini we just talk random things, konsep aku mah- untukmu wine mu dan untukku jus ku 😆. Grestle ini juga unik banget, sebelum kenal dia, aku ngira Cina itu pasti main staple nya babi, eh rupanya dia ada health condition yang mana ,dia gak bisa makan daging-dagingan but sayuran , masyaallah tabarakallah banget kan.
Malah yang aku baru ngeh, yang juga gak bisa jauh dengan pork ini adalah roommate ku yang dari Vietnam, Linh. Jadi, setelah 6 bulan bersama, akhirnya dia bilang “Revi, I think I can’t stay here again next semester with you, because I want to eat pork at home” kata dia. Tapi, I respect that daripada dia tetap bareng terus bawa pork kan. Oh ya, kenapa setelah 6 bulan? Karena aku tu selalu perpanjang kontrak apartment setiap satu semester.
Dan juga ada cerita dari Andrea yang dari Ecuador, yang tiap weekend pasti dia ngajak nari salsa bareng, yang dia bilang, sekalian kayak olahraga ..Andrea ini mah juara banget, kalau udah jogging pagi bareng ..Allahu akbarrr…dia pace larinya oke dan gak ada berhenti berhenti, jadi aku tu pasti tinggal di belakang sama Vainui ..hahahah
Jadi begitulah cerita teman serumah ini, dan hal hal yang aku lakukan untuk menjaga kehalalan dan keberkahan hidup ini walau di Negri orang. Alhamdulillah, Allah mudahkan segala urusan selama 2 tahun di Australia. Yang penting, komunikasikan dengan baik aja, people will understand kok.


